Entah sejak kapan aku hidup dengan dua wajah.
.
Pembohong...
Licik dengan cara yang paling halus...
Sejak kecil aku belajar, bahwa kejujuran hanya membuat orang lain semakin menjauh. Jadi aku terus belajar cara menyesuaikannya.
...
Hanya mengatakan sebagian kebenaran... lalu menutupi bagian lainnya. Saat berbicara pun, sedikit-banyaknya tak berarti bagiku.
Dan sekarang... aku bahkan tak tahu bagian mana yang benar.
.
Aku berbicara hanya agar dianggap masih ada.
Membantu orang lain pun hanya karena ingin merasa hidupku berarti.
Tak ada satu pun dari itu yang mungkin benar-benar tulus. Semua hanyalah kesepakatan kecil dengan diriku sendiri, agar tak merasa seburuk itu.
...
.
Aku muak pada diriku yang terlihat tenang. Muak pada tutur kata yang lembut padahal hanya kepalsuan. Muak pada diriku yang tak bisa hidup tanpa meniru orang lain.
...
Setiap hari aku hanya menipu diriku sendiri.. Hingga akhirnya orang lain pun ikut tertipu.
...
Aku tahu, cepat atau lambat, kebohongan yang kubangun akan runtuh.
Dan saat itu tiba... aku tak yakin masih punya tenaga untuk membangunnya lagi.
...
Jadi malam ini.. biarkan aku menulis dengan jujur untuk terakhir kalinya..
Aku takut pada hidup.. tapi lebih takut lagi pada diriku sendiri.
Karena aku tahu, semua kalimat yang pernah kutulis.. tidak ada satu pun yang benar-benar jujur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar