Sabtu, 25 Oktober 2025

Penyesalan

 Aku miskin, aneh, payah.

.

.

.

Aku tak memiliki apapun, bahkan mungkin diriku sendiri. 

.
.

Memang benar aku sudah berpenghasilan, tapi hal itu terasa bukan milikku sepenuhnya. 

Aku hidup dari kebaikan orang lain. Makanan, tempat tinggal, kendaraan. Semua hanya pemberian orang tua. Meskipun memang berhak, tapi setiap kali menyadarinya.. mengecewakan.

.

.
.

Aneh. Padahal juga manusia. Tapi Aku tidak tahu bagaimana menjadi manusia... Pikirku, mungkin aku memang tidak diciptakan untuk mengerti manusia.

Aku sulit memahami kapan harus berbicara, kapan harus diam... Kapan harus jujur, kapan harus berpura-pura.

Aku hanya meniru orang lain. Semakin aku meniru, semakin aku kehilangan diriku. Hingga akhirnya aku terbiasa...

Kadang saat bercermin, aku tidak tau siapa sebenarnya yang sedang ku lihat. MEMUAKKAN... kata yang selalu ingin ku ucapkan setiap kali melihat diriku sendiri. Mungkin ini alasanku tidak suka mengambil foto diriku sendiri.

.

.

Payah. Aku tau cara melakukan banyak hal. Belajar.. tersenyum.. menyelesaikan masalah.

Tapi aku tak pernah tau untuk apa semua itu. Yang kutahu hanya melakukannya seperti kebanyakan orang. Semua hanya tindakan tanpa makna... Dan itu melelahkan bagiku.

.

Aku ingin berhenti membenci diri... Tapi setiap kali mencoba, ada alasan baru untuk kembali membenci diri sendiri.

Mungkin seperti itu caraku bertahan hidup, dengan terus menghukum diri... 

Entah sampai kapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penghakiman

Aku selalu mengira diriku jujur...  Namun kenyataannya menyedihkan.  . . . Aku mengatakan pada diriku bahwa aku telah membantu orang, telah ...